Hello sweeties! Siapa yang suka makan bakpao empuk dan mulus
kayak p*nt*t bayi? Sayaa....Hehehe. Banyak sih, yang jual, tapi..ada kan
bakpao yang putih banget dan menurut saya rasanya fake banget, bikin was-was makannya. Kalo yang enak kok harganya
lumayan, hihi. Jadi penasaran pingin nyoba bikin bakpao sendiri.
Suatu hari saya main-main ke blog masak favorit saya, Just Try and Taste (JTT) trus melihat satu resep bakpao yang foto dan deskripsinya menggoda. Judulnya Roti Kukus isi Ayam Pedas. Ya, namanya roti kukus tapi menurut saya sama dengan bakpao lah. Waktu nengok dapur, ada sih, tepung protein tinggi tapi ga punya mentega putih karena emang ga pernah nyetok. Mo dipake buat apa kan. Akhirnya nekat bikin pake margarin blue band. Dan engga bikin isian ayamnya, alasannya kan masi percobaan XD. Cukup pake mesis dan abon (ngga dicampur, tentunya). Hasilnya? Bisa dibilang cukup sukses sih , tapi warnanya kalo kata orang Jawa lethek dan kekuningan (that was not a big deal, tho). Trus rasanya bener-bener mirip roti bukan bakpao. Pengaruh margarin nih! Maka pada percobaan kedua saya bela-belain beli mentega putih biar hasilnya sem-pur-na (aamin). Dibawah ini saya sadur resep dari JTT dengan beberapa catatan dari saya (font merah)
.
Suatu hari saya main-main ke blog masak favorit saya, Just Try and Taste (JTT) trus melihat satu resep bakpao yang foto dan deskripsinya menggoda. Judulnya Roti Kukus isi Ayam Pedas. Ya, namanya roti kukus tapi menurut saya sama dengan bakpao lah. Waktu nengok dapur, ada sih, tepung protein tinggi tapi ga punya mentega putih karena emang ga pernah nyetok. Mo dipake buat apa kan. Akhirnya nekat bikin pake margarin blue band. Dan engga bikin isian ayamnya, alasannya kan masi percobaan XD. Cukup pake mesis dan abon (ngga dicampur, tentunya). Hasilnya? Bisa dibilang cukup sukses sih , tapi warnanya kalo kata orang Jawa lethek dan kekuningan (that was not a big deal, tho). Trus rasanya bener-bener mirip roti bukan bakpao. Pengaruh margarin nih! Maka pada percobaan kedua saya bela-belain beli mentega putih biar hasilnya sem-pur-na (aamin). Dibawah ini saya sadur resep dari JTT dengan beberapa catatan dari saya (font merah)
.
Bahan :
Bahan starter/biang (A):
- 100 ml air hangat
- 2 1/2 sendok teh ragi instant, pastikan fresh dan cek tanggal kedaluarsa (saya pakai Fermipan)
- 130 gram tepung Hongkong atau tepung pau (saya: pake terigu Cakra)
Bahan untuk adonan roti (B):
- 370 gram tepung Hongkong atau tepung pau (saya: pake terigu Cakra)
- 125 gram gula pasir
- 2 1/4 sendok teh baking powder, pastikan masih fresh (saya: baking powder double acting)
- 5 sendok teh margarine/mentega putih, bisa menggunakan margarine biasa hanya saja adonan pau anda akan berwarna sedikit kekuningan.
- 1/4 sendok teh garam
- 100 - 115 ml air (saya: karena adonan masih kering, saya tambah air sedikit-sedikit sampe adonan lembab)
Isi:
- Keju cheddar, dipotong-potong seukuran dadu
- Sosis dibelah tiga (atau sesuai ukuran roti yang akan dibuat)
- Chocolate chips
Sumba warna coklat untuk nandain isi
choco chip, dan warna merah untuk sosis
Yang keju polos.
Cara membuat:
- Siapkan mangkuk ukuran sedang, masukkan air hangat kuku dan ragi instant, aduk rata hingga ragi larut. Pastikan air jangan terlalu panas dengan mencelupkan ujung jari anda, jika air terlalu panas ragi akan mati. Masukkan tepung pau, aduk rata dan uleni sebentar hingga menjadi bola adonan yang kasar. Tutup dengan kain dan biarkan selama 15 menit.
- Siapkan mangkuk besar, masukkan tepung pau yang telah diayak, tambahkan gula pasir, baking powder dan garam. Aduk rata. Masukkan adonan A (starter/biang saat ini terlihat mengembang dan ketika di buka adonan terlihat berongga-rongga). Tambahkan mentega putih dan air. Aduk dan uleni hingga semua bahan tercampur baik. Tambahkan air sedikit jika adonan terasa terlalu kering dan tercerai berai.
- Uleni adonan hingga kalis dan tidak menempel di tangan. Anda bisa memindahkannya ke atas meja bertabur tepung untuk memudahkan menguleni adonan. Uleni selama 20 menit. Adonan yang terbentuk halus dan lentur. Bentuk menjadi bola. Olesi permukaan mangkuk bekas adonan dengan sedikit minyak, letakkan bola adonan di mangkuk, tutup dengan kain dan istirahatkan selama 1 - 1 1/2 jam. Adonan akan mengembang lebih dari 2 kali lipat.
- Kempiskan adonan, uleni sebentar untuk menghilangkan gas yang terperangkap di dalam adonna. Bagi adonan menjadi 10 bagian (berat @ 100 gram), jika anda akan membuat versi raksasanya seperti yang saya buat. Atau menjadi 20 bagian dengan berat masing-masing 50 gram. (Saya: @ 42 gram). Bulatkan masing-masing potongan.
- Letakkan sepotong adonan diatas meja, gilas dengan kayu penggilas dengan ketebalan + 1 - 1,5 cm, pastikan bagian tengah lebih tebal agar roti tidak berlubang dan pecah saat diisi dengan isian ayam. Berikan 1 1/2 - 2 sendok makan adonan isi (porsi takaran tergantung besar kecilnya roti yang akan anda buat). Tarik bagian pinggir adonan ke tengah dan gabungkan hingga semua bagian tepi adonan berkumpul di tengah dan menutupi adonan isi. Tekan ujung adonan dengan jari agar rapat dan tidak terbuka saat dikukus. Posisi roti saat dikukus bisa dua cara: roti di balik dan bagian yang smooth di atas atau biarkan saja seperti saat ini.
- Alasi setiap bagian adonan roti dengan kertas minyak, saya menggunakan kertas minyak yang umum untuk mengalasi stoples kue kering. Lakukan hingga semua bagian adonan dan isi habis. Pastikan adonan selalu tertutup kain saat anda bekerja agar permukaan adonan selalu lembab. Tata adonan di atas meja/loyang, tutupi dengan kain bersih dan istirahatkan selama 15 menit.
- Panaskan dandang kukusan hingga airnya mendidih, masukkan adonan roti beserta dengan kertas minyak yang melekat di bagian bawahnya. Tata di dandang jangan sampai berdempetan. Dandang kukusan saya hanya muat 2 roti setiap kali mengukus. Tutup permukaan kukusan dengan kain putih, dan tutup dengan penutup dandang. Kukus selama 15 menit, hingga roti matang.
- Buka penutup kukusan, biarkan roti sejenak di kukusan agar sedikit mengeras. Roti yang masih panas sangat empuk sehingga mudah rusak saat diangkat. Letakkan roti di piring saji dan sajikan hangat-hangat. Enjoy!
Bentuknya masih acak adut,
padahal sebelum proofing kedua udah
bulet-bulet cantik lho. Setelah mekar, eh jadi mbleber kemana-mana XD. Itu sumbanya saya kasih tepat setelah bakpao
masuk kukusan, ditotol-totolin pake lidi. Yang coklat ada yang warnanya jelek
ngalir gitu, karena bentuk lidinya engga lancip, trus kebanyakan pula nyelupin
sumbanya.
Anyway, i’m quite
happy with the result. Thanks to Mba Endang for sharing such a wonderful yet
easy recipe. Those homemade paos, though they are not as good-looking as store-bought,
but we know what we eat. Jualan bakpao
keliling aja apa kita?
Tapi kalo customernya kaya gini mah ogah



No comments:
Post a Comment