DIY Potpourri Wedang Uwuh
Hello sweeties! Minggu–minggu gini enaknya ngapain yaa? Kalo saya sih,
kebetulan di rumah aja. Daripada glundungan ga jelas, saya mau bikin DIY potpourri
dari wedang uwuh. Sebagian dari sweeties mungkin bertanya–tanya “Potpourri???
Wedang uwuh???” Hehehe.
Jadi, potpourri itu semacam pengharum ruangan yang medianya berupa bunga/daun/batang/biji tanaman kering. Selain bisa mengharumkan dan mengurangi bau, potpourri bisa jadi hiasan yang kesannya natural dan cantik. Banyak dijual sih di toko-toko home appliances, dan ada juga yang jual online. Tapi biasanya harganya lumayan mihil, soalnya pake bahan-bahan impor dan minyak esensial. Sementara wedang uwuh adalah minuman (bahasa Jawa: wedang) yang terdiri dari dedaunan kering yang mirip sampah (bahasa Jawa: uwuh) dan rempah-rempah. Minuman ini khas daerah Jogjakarta (dan sekitarnya, di Solo juga ada). Nah, melihat ada beberapa bungkus wedang uwuh di rumah, otak kereaktif saya jadi mikir kenapa engga coba bikin sendiri potpourri bermedia wedang uwuh?
Jadi, potpourri itu semacam pengharum ruangan yang medianya berupa bunga/daun/batang/biji tanaman kering. Selain bisa mengharumkan dan mengurangi bau, potpourri bisa jadi hiasan yang kesannya natural dan cantik. Banyak dijual sih di toko-toko home appliances, dan ada juga yang jual online. Tapi biasanya harganya lumayan mihil, soalnya pake bahan-bahan impor dan minyak esensial. Sementara wedang uwuh adalah minuman (bahasa Jawa: wedang) yang terdiri dari dedaunan kering yang mirip sampah (bahasa Jawa: uwuh) dan rempah-rempah. Minuman ini khas daerah Jogjakarta (dan sekitarnya, di Solo juga ada). Nah, melihat ada beberapa bungkus wedang uwuh di rumah, otak kereaktif saya jadi mikir kenapa engga coba bikin sendiri potpourri bermedia wedang uwuh?
Bahan dan alat:
- 2-3 bungkus wedang uwuh
- 2 batang kayumanis
- 1 biji pala
- 1 vanilla pod
- Minyak wangi atau kalo ada minyak esensial lebih bagus
- Botol bermulut lebar misal bekas selai, silky pudding, atau toples kecil. Lebih baik yang berbahan kaca
- Tempat untuk meletakkan potpourrinya kalo udah jadi. Bisa di kantung kain tile seperti saya atau di cawan hias, terserah sih yang penting aroma dari potpourri bisa keluar dan displaynya cantik :p
Cara membuat:
- Siapkan semua bahan dan alat. Untuk membuat potpourri, kita perlu fixatives yang akan menahan aroma supaya lebih tahan lama. Kali ini saya pake yang mudah didapat aja, yaitu biji pala, batang kayumanis dan vanila. Bisa juga pake kulit jeruk. Yang penting semua bahan harus kering, biar engga jamuran (yuck!). Dijemur atau dioven kayanya bisa.
- Tata bahan-bahan di dalam botol/toples. Ini saya ga pake aturan khusus, jadi masukin aja bahan-bahannya satu persatu (kurang sense artistik kali ya :p)
- Saatnya meneteskan
minyak wangi atau minyak esensial favorit anda! 3 tetes cukup (
apalagi kalo mihil). Tutup botolnya, lalu kocok-kocok sampe minyaknya rata. - Simpan dalam keadaan tertutup rapat selama minimal 2 minggu (lama yaa, hahahaha). Trus, udah deh siap dipakai. Kalo saya, setelah dipindah ke kantong kain, saya gantung di kamar mandi.
![]() |
| Pardon minyak wangi arabnya yaa..walaupun baunya nyong-nyong tapi dibuat potpourri bisa tahan wangi 2 minggu loh :D |
![]() |
| Fokeus ke potpourrinya ya jeng |
![]() |
| Abaikan backgroundnya |
![]() |
| Ta-daa, my handmade hanging potpourri! |
Ketahanan dan intensitas wangi potpourri ini sangat tergantung pada bahan-bahan dan kualitas minyak yang digunakan, juga teknik pembuatannya sih. Tapi dengan modal dan cara minimalis kayak saya pun, wanginya bisa bertahan dua minggu-an kok. Lumayaan....
Masalahnya, gak di semua tempat kita bisa mendapatkan wedang
uwuh dengan mudah yaa.. Ini aja saya dapet oleh-oleh dari sodara. Next
time, mungkin nyoba potpourri yang beneran hasil mungut daun-daun kering di
halaman rumah #ambilsapu. I’ll keep you
updated kalo engga mager ya, hahaha! Bye for now!




No comments:
Post a Comment